Kamis, 07 Maret 2013

Asas, Landasan dan Tujuan Koperasi



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Koperasi adalah lembaga usaha yang dinilai cocok untuk memberdayakan rakyat kecil. Nilai-nilai koperasi juga mulia seperti keadilan, kebersamaan, kekeluargaan, dan kesejahteraan bersama, dalam KUHD koperasi didefinisakan “koperasi adalah lembaga ekonomi yang berwatak sosial” sehingga dalam pengertian ruang lingkup yang seperti itulah banyak kalangan yang beranggapan koperasi hanya sebuah lembaga yang berusaha untuk mensejahterakan rakyat. Sebagaimana lembaga ekonomi lainnya, koperasi adalah salah satu bentuk persekutuan yang melakukan kegiatan muamalah di bidang ekonomi.
Sedangkan dalam pasal 33 UUD 1945 bahwa koperasi dipahami secara luas yakni koperasi sebagai salah satu lembaga yang mengatur tata perekonomian rakyat yang berlandaskan jiwa dan semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang hal tersebut bahwa koperasi diyakini memiliki karakteristik tersendiri di banding lembaga lain. 
Di Indonesia ada dua jenis koperasi yang berkembang, yaitu Koperasi Konvesional dan Koperasi Syariah. Dalam asas koperasi syariah tidak jauh berbeda dengan koperasi konvensional yaitu Asas usaha Koperasi Syariah berdasarkan konsep gotong royong dan tidak dimonopoli oleh salah seorang pemilik modal. Begitu pula dalam keuntungan yang diperoleh maupun kerugian yang diderita harus dibagi secara sama dan proporsional. Sedangkan menurut UU Nomor 17 Tahun 2012 Bab IX Pasal 83 ada 4 jenis koperasi yaitu : Koperasi Konsumen, Koperasi Produsen, Koperasi Jasa dan Koperasi Simpan Pinjam. Semua jenis koperasi itu secara keseluruhan memiliki landasan, asas, dan tujuan yang sama menurut Undang – Undang Pengkoperasian yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan diatas, maka terdapat rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa Landasan Koperasi ?
2. Apa Asas Koperasi ?
3. Apa Tujuan Koperasi ?

1.3 Maksud dan Tujuan 
Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat pada umumnya, apa yang menjadi landasan koperasi di Indonesia, serta asas apa saja yang digunakan koperasi di Indonesia untuk mencapai tujuan dari pembentukan koperasi.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Koperasi
Sebelum kita mengetahui apa itu Landasan, Asas dan Tujuan Koperasi ada baiknya kita mengetahui dahulu pengertian koperasi. Koperasi adalah merupakan singkatan dari kata ko / co dan operasi / operation. Koperasi adalah suatu kumpulan orang-orang untuk bekerja sama demi kesejahteraan bersama. Berdasarkan undang-undang nomor 12 tahun 1967, koperasi Indonesia adalah organisasi ekonomi rakyat yang berwatak sosial dan beranggotakan orang-orang, badan-badan hukum koperasi yang merupakan tata susunan ekonomi sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Sedangkan menurut  UU No. 25 tahun 1992, koperasi Indonesia didefiniskan sebagai ” badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum koperasi  dengan melandaskan kegiatannya  berdasarkan prinsip-prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.  Pengertian ini disusun tidak hanya berdasar pada konsep koperasi sebagai organisasi ekonomi dan sosial tetapi secara lengkap telah mencerminkan norma-norma dan kaidah-kaidah yang berlaku bagi bangsa Indonesia.  Norma dan kaidah tersebut dalam UU tersebut lebih tegas dijabarkan dalam fungsi dan peran koperasi Indonesi sebagai:
Alat untuk membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya.
Alat untuk mempertinggi kehidupan manusia dan masyarakat.
Alat untuk memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional, dan
Alat untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi. 
Namun kini UU nomor 25 Tahun 1992 sudah tidak digunakan lagi sebagai UU Pengkoperasian. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan faktor perekonomian dan pengkoprasian Indonesia saat ini, serta ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVI/MPR/1998 tentang Politik Ekonomi Dalam Rangka Demokrasi Ekonomi. Maka dari itu, atas dasar persetujuan bersama Presiden Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia, UU pengkoprasian yang lama digantikan dengan UU pengkoprasian yang baru yaitu UU Nomor 17 Tahun 2012 yang disahkan di Jakarta oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2012 dan di Undang – Undangkan oleh Menteri Hukum dan Ham Republik Indonesia pada tanggal 30 Oktober 2012. UU ini mendefinisikan koperasi indonesia sebagai ” badan hukum yang didiran oleh perseorangan atau badan hukum koprasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama dibidang ekonomi, sosial, dan budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koprasi”.
UU Nomor 17 Tahun 2012  memuat pembaharuan hukum koperasi, sehingga mampu mewujudkan koperasi sebagai organisasi ekonomi yang sehat, kuat, mandiri, dan tangguh, serta terpercaya sebagai entitas bisnis, yang mendasarkan kegiatannya pada nilai dan prinsip koperasi.

2.2 Landasan Koperasi 
Seperti halnya sebuah bangunan, untuk mendirikan koperasi yang kukuh diperlukan landasan tertentu. Landasan ini merupakan suatu dasar tempat berpijak yang memungkinkan koperasi untuk tumbuh dan berdiri kukuh serta berkembang dalam pelaksanaan usaha-usahanya untuk mencapai tujuan dan cita – citanya. Dari pengertian koperasi diatas terdapat pula sebuah landasan yang berlaku di Indonesia, di mana bentuk sebuah bangunan per koperasian di lihat sebagai alat pelaksanaan UU Dasar 1945 yang dalam pasal 33 Ayat (1) disebutkan “perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan”.
Lebih lanjut pasal tersebut menyebutkan pula landasan - landasan yang di jadikan pijakan penting untuk keutuhan sebuah koperasi, hal tersebut sebagai berikut : 
A. Landasan Idiil (Pancasila)
Koperasi tidak lepas dari landasan – landasan hukum, untuk itulah Pancasila dipilih sebagai landasan idiil koperasi Indonesia, karena pancasila dipakai sebagai dasar untuk mencapai cita – cita koperasi dan juga sebagai sarana untuk mencapai masyarakat adil dan makmur. 
Pancasila digunakan sebagai landasan berpijaknya koperasi Indonesia, karena sesuai dengan jiwa kepribadian bangsa. Koperasi Indonesia harus menyadari bahwa dalam dirinya terdapat kepribadian sebagai pencerminan kehidupan yang dipengaruhi oleh keadaan, tempat, lingkungan waktu, dengan suatu ciri khas adanya unsur ke-Tuhanan Yang Maha Esa, kegotong - royongan dalam arti bekerja sama, saling bantu membantu, kekeluargaan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. 
Adapun cara mengamalkan ajaran Pancasila dalam kehidupan koperasi menurut masing-masing sila sebagai berikut:
a. Sila Pertama  
(Ketuhanan Yang Maha Esa). Makna yang terkandung sebagai berikut.
Keanggotaan koperasi terbuka untuk semua penganut agama. Koperasi tidak membeda - bedakan agama.
Koperasi menentang kekerasan, paksaan, membungakan uang, dan perbuatan yang dilarang Tuhan.
b. Sila Kedua
(Kemanusiaan Yang Adil dan Berada.)
Makna yang tekandung didalamnya yaitu Koperasi tidak membeda-bedakan kedudukan, derajat, jenis kelamin, maupun tingkat para anggotanya. Semua anggota memperoleh perlakuan sama sebagai anggota koperasi.
c. Sila Ketiga
( Persatuan Indonesia)
Penerapan di dalam koperasi tercemin dalam asas dan sendi dasar yang tidak membeda-bedakan mengenai perbedaan agama, aliran politik, suku dan ras.
d. Sila Keempat 
(Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Pemusyawaratan / Perwakilan.)
Segala sesuatu yang menyangkut kepentingan anggota diputuskan berdasarkan musyawarah (rapat anggota) untuk mencapai mufakat. Rapat anggota merupakan kekuasaan tertinggi koperasi.
e. Sila Kelima
(Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia) Makna yang terkandung didalamnya  sebagai berikut.
Koperasi tidak hanya berusaha untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan anggota, tetapi untuk kesejahteraan masyarakat umumnya.
Keuntungan koperasi disebut Sisa Hasil Usaha (SHU). SHU dibagi secara adil, atas dasar besar kecilnya karya dan jasa tiap-tiap anggota.
Sebagian dari SHU digunakan sebagai cadangan dana sosial bagi kepentingan masyarakat dan pembangunan.
B. Landasan Struktural (UUD 1945)
Undang-undang Dasar 1945 menempatkan Koperasi pada kedudukan sebagai Soko Guru perekonomian nasional. Dalam Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1993 ditegaskan kembali bahwa hakikat pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya. 
Hal ini sangat sesuai dengan salah satu fungsi dan peran koperasi, yaitu mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat. 

C. Landasan Mental Setia Kawan dan Kesadaran Pribadi
Koperasi merupakan organisasi yang paling banyak melibatkan peran serta rakyat. Oleh karena itu, koperasi sebagi gerakan ekonomi rakyat perlu lebih banyak diikut sertakan dalam upaya pembangunan, untuk mewujudkan pembangunan yang lebih merata, tumbuh dari bawah, berakar di masyarakat dan mendapat dukungan luas dari rakyat. 

Koperasi yang berlandaskan jiwa sosial kekeluargaan dan kegotong royongan, hal demikian itu menjadikan koperasi terkenal dengan berlandaskan pancasila. Yang kemudian diwujudkan pada sifat manajemen koperasi yang bersifat demokrasi :
1) Kekuasaan tertinggi
Dimaksudkan ketika ada sebuah keputusan yang akan dilaksanakan dalam sebuah koperasi itu di tentukan dalam sidang musyawarah anggota, yang berdasarkan hikmah kebijaksanaan permusyawaratan, yang setiap anggota tidak di pandang dari segi umur, besar dan kecilnya simpanan koperasi dan setiap anggota memiliki hak yang sama yaitu setiap individu memiliki hak satu sama satu.
2) Pengurus dan badan pemeriksa
Yang berkewajiban dalam hal ini adalah setiap warga anggota koperasi yang di beri wewenang oleh anggota dalam pengguanan kekayaan anggota yang telah di kumpulkan, sebagai sarana untuk menjalankan usaha bersama.
3) Pembagian sisa hasil usaha
Hal ini di maksudkan adalah koperasi dalam menunjang usaha, yang akan di tingkatkan daya belinya telah di khususkan bagi pembeli khusus anggota serta masyarakat sekitar pada umunya. Pembagian sisa hasil usaha sebanding dengan besarnya jasa usaha anggota (andil usaha anggota dalam koperasi)
4) Usaha koperasi
Sebagaimana sesuai dengan bentuk sebuah usaha yang berkumpulan modal bisa saja memilih usahanya berdasarkan kemungkina sebuah untung rugi yang besar dan kecil. 

2.3 Asas Koperasi 
Landasan dan asas koperasi diatur di dalam UU Nomor 17 Tahun 2012 Bab II Pasal 2 dan 3 yang berisi “Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta koperasi berdasarkan asas kekeluargaan”.
Selain itu koperasi mempunyai asas – asas yang berasal dari Negara Indonesia karena badan usaha ini bersumber dari masyarakat Indonesia itu sendiri. Asas – asas tersebut antara lain :
a) Asas Kekeluargaan
Asas ini mengandung makna adanya kesadaran dari hati nurani setiap anggota koperasi untuk mengerjakan segala sesuatu dalam koperasi yang berguna untuk semua anggota dan dari semua anggota koperasi itu. Jadi, bukan untuk diri sendiri maupun beberapa anggota saja dan juga bukan dari satu anggota melainkan mencakup semuanya. 
Dengan asas yang bersifat seperti ini maka semua anggota akan mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Asas kekeluargaan inilah yang mendasari prinsip kegiatan koperasi dan merupakan salah satu nilai dasar kegiatan koperasi yang diatur dalam UU Nomor 17 Tahun 2012 Bab III Pasal 5 ayat 1 dan Pasal 6 ayat 1, adapun bunyi kedua pasal tersebut adalah sebagai berikut :
Pasal 5 Ayat 1
Nilai yang mendasari kegiatan Koperasi yaitu:
a. Kekeluargaan;
b. Menolong diri sendiri;
c. Bertanggung jawab;
d. Demokrasi;
e. Persamaan;
f. Berkeadilan; dan
g. Kemandirian.

Pasal 6 Ayat 1
Koperasi melaksanakan Prinsip Koperasi yang meliputi:
a. Keanggotaan Koperasi bersifat sukarela dan terbuka;
b. Pengawasan oleh Anggota diselenggarakan secara demokratis;
c. Anggota berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekonomi Koperasi;
d. Koperasi merupakan badan usaha swadaya yang otonom, dan independen;
e. Koperasi menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan bagi Anggota, Pengawas, Pengurus, dan karyawannya, serta memberikan informasi kepada masyarakat tentang jati diri, kegiatan, dan kemanfaatan Koperasi;
f. Koperasi melayani anggotanya secara prima dan memperkuat Gerakan Koperasi, dengan bekerja sama melalui jaringan kegiatan pada tingkat lokal, nasional, regional, dan internasional; dan
g. Koperasi bekerja untuk pembangunan berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakatnya melalui kebijakan yang disepakati oleh Anggota.

b) Asas Kegotong - royongan
Asas ini mengandung arti bahwa dalam berkoperasi harus memiliki toleransi, sifat mau bekerjasama, dan sifat – sifat lainnya yang mengandung unsur kerja sama, bukan perorangan. Perbedaan antara gotong - royong tradisional dengan koperasi : 
Gotong royong tradisional
1) Bersifat tradisional statis
2) Merupakan adat kebiasaan dalam masyarakat
3) Kegiatannya hanya sesaat bila dibutuhkan dan setelah selesai bubar
4) Tidak terorganisir maka tidak menggunakan administrasi
5) Menggunakan tenaga manusia dengan peralatan yang sederhana
6) Tidak ada pemiliknya
7) Tidak memerlukan keahlian
Koperasi
1) Bersifat modern dan dinamis
2) Adanya karena prakarsa anggota
3) Kegiatan usahanya tetap terencana, teratur, dan dilaksanakan terus menerus
4) Dalam wadah organisasi dan administrasi yang modern dan teratur
5) Selain menggunakan tenaga manusia yang terdidik juga faktor-faktor produksi lainnya
6) Ada pemiliknya, yaitu anggota
7) Memerlukan keahlian, maka perlu adanya pendidikan

2.4 Tujuan Koperasi
Tujuan utama Koperasi Indonesia adalah mengembangkan kesejahteraan anggota, pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya. Koperasi Indonesia adalah perkumpulan orang-orang, bukan perkumpulan modal sehingga laba bukan merupakan ukuran utama kesejahteraan anggota. Manfaat yang diterima anggota lebih diutamakan dari pada laba.
Meskipun demikian harus diusahakan agar koperasi tidak menderita rugi. Tujuan ini dicapai dengan karya dan jasa yang disumbangkan pada masing-masing anggota. Selain itu tujuan utama lainnya adalah mewujudkan masyarakat adil makmur material dan spiritual berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.
“Keanggotaan Koperasi Indonesia bersifat sukarela dan didasarkan atas kepentingan bersama sebagai pelaku ekonomi. Melalui koperasi, para anggota ikut secara aktif memperbaiki kehidupannya dan kehidupan masyarakat melalui karya dan jasa yang disumbangkan. Dalam usahanya, koperasi akan lebih menekankan pada pelayanan terhadap kepentingan anggota, baik sebagai produsen maupun konsumen. Kegiatan koperasi akan lebih banyak dilakukan kepada anggota dibandingkan dengan pihak luar. Oleh karena itu, anggota dalam koperasi bertindak sebagai pemilik sekaligus pelanggan.”(SAK,1996:27.1)
Menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 Pasal 3 tujuan koperasi Indonesia adalah “Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945”. Sedangkan menurut UU pengkoperasian yang baru yaitu UU Nomor 17 Tahun 2012 tujuan koperasi diatur dalam Bab II Pasal 4 yang berisi “ koperasi bertujuan meningkatkan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, sekaligus sebagai bagian yang tak terpisahkan dati tatanan perekonomian nasionalyang demokratis dan berkeadilan”.

Bung Hatta berpendapat tujuan koperasi bukan mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil.
Dari beberapa tujuan koperasi diatas, garis besarnya adalah :
1) Mensejahterakan para anggota koperasi dan masyarakat
2) Mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur
3) Memperbaiki kehidupan para anggota dan masyarakat terutama dalam bidang perekonomian
4) Membangun tatanan perekonomian nasional
Keempat garis besar tujuan koperasi tersebut tertuang dalam Fungsi Koperasi yang diatur dalam UU No. 25/1992 Pasal 4 yang isinya adalah sebagi berikut :
1. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial;
2. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;
3. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian  nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya;
4. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi;
5. Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosial;
6. Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;
7. Memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian  nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya;
8. Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi;
Untuk mencapai maksud dan tujuan koperasi tersebut, maka koperasi menyelenggarakan usaha:
Mewajibkan dan menggiatkan anggota untuk menyimpan pada koperasi secara teratur.
Memberikan pinjaman kepada para anggota untuk keperluan yang bermanfaat (belum menyesuaikan dengan PP 9/95)
Pengadaan dan penyaluran barang-barang kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) untuk kepentingan para anggota.
Menyelenggarakan usaha dibidang perdagangan umum dan supplier.
Mengadakan kerjasama dengan BUMN, BUMS dan Koperasi lainnya dalam rangka pengembangan usaha koperasi.
Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan perkoperasian bagi koperasi.



BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Sejarah koperasi itu sendiri berlangsung sangat panjang di mulai dari pendudukan atau penjajahan belanda sampai jepang. Dari segi penjajahan tersebut, tersusun sifat gotong royong yang menumbuh kembangkan rasa saling melindungi. Lebih - lebih ketika pendirian koperasi itu sendiri, Karena adanya faktor ekonomi yang memprihatinkan dari rakyat, dan koperasi itu sendiri terbangun atas dasar pondasi masyarakat kecil yang dalam segi perekonomiannya sangat mencekik leher perekonomian. Dan dibangun atas dasar asas kekeluargaan dan kegotong – royongan masyarakat, dengan tujuan mensejahterakan rakyat, khususnya rakyat kecil.
Sehingga ketika koperasi sudah terbentuk maka ia pun melembagakan menjadi lembaga yang memiliki dasar pondasi yang kokoh. Yaitu undang - undang perkoperasian. Yang mengataskan atas jiwa atau organisasi sosial dalam masalah ekonomi. Dan rakyat pun memandang bahwa koperasi merupakan pengejawantahan mereka yaitu : atas dasar sukarela, tolong menolong dalam penyelesaian masalah bersama. 

3.2 Saran
Sebagai sebuah lembaga koperasi, aktualisasi prinsip dan nilai tidak harus menyimpang dari “Jati Dirinya”. Segala penyimpangan, secara konsisten patut ditindak tegasi, mulai dari peringatan hingga tindakan hukum. Untuk sampai pada pemahaman makna “Nilai Dasar dan Jati Diri Koperasi” diperlukan secara terus menerus pengkajian dan pembelajaran yang benar dan aktual tentang itu. Tentunya tepat sasaran.  Pembelajaran Perkoperasian Indonesia dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, maupun di masyarakat, perlu disesuaikan dengan karakter dan kondisi mereka. Karena itu, perlu selalu dikaji ulang, dicermati dan disesuaikan dengan perkembangan dan kemurniannya.  



DAFTAR PUSTAKA

1. http://yolanda123.wordpress.com/2011/11/21/landasan-koperasi-indonesia/
2. http://trirustiana.wordpress.com/2011/10/14/landasan-landasan-koperasi/
3. http://liliput1303.blogspot.com/2012/06/makalah-koperasi-indonesia.html
4. http://edwinpatimoeraya.blogspot.com/2011/12/asas-koperasi.html
5. http://blog-pelajaransekolah.blogspot.com/2012/11/landasan-dan-asas-koperasi.html
6. http://riyanikusuma.wordpress.com/2011/10/10/tujuan-koperasi/
7. http://situsbaca.blogspot.com/2011/12/landasan-azas-dan-tujuan-koperasi.html
8. Modul Manajemen Koprasi
9. http://chandradewi.blogspot.com/20011/11/apa-itu-landasan-asas-tujuan-koperasi.html
10. www.hukumonline.com/undang-undang-pengkoprasian-nomor-17-tahun-2012.html












LAMPIRAN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar